Blog Edisi 3 Majalah LTV: Mengambil alih perubahan

Edisi 3 Majalah LTV: Mengambil alih perubahan

Majalah LTV yang diterbitkan oleh Adjust menyediakan informasi dari para pakar dan tips untuk meningkatkan pertumbuhan bagi pemasar seluler. Dalam edisi ketiga, Anda bisa belajar dari brand terkemuka seperti CG Digital Ventures, Credit Sesame, MercadoLibre, Headspace, Mirrativ, Otto, Viber dan lain-lain tentang cara meningkatkan kampanye dan meningkatkan pencapaian perusahaan Anda.

Dalam kesempatan ini kami akan membahas tentang wawancara kami dengan BCG Digital Ventures, Credit Sesame dan MercadoLibre — silakan lanjutkan membaca untuk mendapatkan masukan dari tiga ahli pemasaran tentang cara memanfaatkan otomatisasi agar dapat beradaptasi dan tetap relevan selama pandemi COVID-19 dan setelahnya.

Adrian Nazari

CEO & Founder,

Credit Sesame

Amaryllis Liampoti

Partner & Growth Director,

BCG Digital Ventures

Juan Lavista

Director of Marketing and Insights,

MercadoLibre

Pandemi ini akan dikenal sebagai salah satu saat yang paling disruptif dan menantang dalam hidup kita. Akan tetapi, penutupan toko fisik dan bisnis juga membuka peluang baru bagi layanan digital, aplikasi seluler dan multichannel marketplace untuk memberikan nilai tambah dan memupuk kepercayaan saat masyarakat mencari kepastian. Kondisi ini juga menguntungkan pemasar jenis baru, yang menggabungkan keberanian untuk menyambut perubahan yang terjadi dengan sangat cepat dan transformasi digital dengan empati untuk menggabungkan semua aspek —dari materi iklan hingga penargetan— dengan unsur kemanusiaan.

Ini tampak berlawanan dengan panduan pemasaran pada umumnya, dan memang demikian. "Covid-19 telah mengubah sektor bisnis secara permanen,” kata John Copeland, Vice President of Customer and Marketing Insights - Adobe, di blog perusahaan. John memberikan komentar tentang perubahan luar biasa dalam perilaku konsumen dan peningkatan pesat sektor e-commerce, serta memberikan informasi tambahan terkait dengan hasil temuan dalam Digital Economy Index yang diterbitkan oleh Adobe pada bulan Mei 2020. Laporan tersebut menganalisis 1 triliun kunjungan ke situs ritel dan data retailer lainnya, serta mengungkapkan bahwa penjualan e-commerce pada bulan Mei di Amerika Serikat saja telah mencapai $82,5 miliar, yakni naik 77,8% dari tahun-ke-tahun. Pertumbuhan luar biasa ini telah mendongkrak industri e-commerce hingga mencapai perkembangan setara dengan lebih dari empat tahun dalam waktu kurang dari empat bulan.

Dan peristiwa global tidak hanya mendorong pertumbuhan yang luar biasa. Menurut Amaryllis Liampoti, Partner & Growth Director di BCG Digital Ventures, divisi inovasi, inkubasi dan investment dari The Boston Consulting Group, kelompok baru yang tertarik untuk mengeksplorasi aplikasi seluler dan platform digital lainnya datang dari banyak sekali channel. "Saat ini, informasi sedetail mungkin mengenai perilaku pelanggan baru ini akan menjadi kunci kesuksesan," kata Amaryllis dalam wawancara. Kesuksesan juga akan bergantung pada kemampuan pemasar untuk "memetakan ulang perjalanan pelanggan" agar dapat menentukan kapan, di mana dan bagaimana mereka dapat menciptakan nilai tambah.

Kalibrasi ulang pemasaran agar human-centric

Flow dan funnel tidak akan pernah sama lagi. "Sesungguhnya new normal itu tidak ada," kata Amaryllis. Bahkan, beliau menyarankan agar kita menghilangkan istilah 'normal' dari perbendaharaan kata. Dan beliau benar. Pandemi ini telah mengubah lanskap pemasaran, mempercepat transformasi digital dan menghapus jalur linier tradisional dari mempertimbangkan menjadi konversi. Agar dapat mengikuti perubahan yang pesat, beliau menyarankan agar pemasar "menemukan cara yang konstan dan dinamis untuk menyerap dan memahami —bahkan mengantisipasi— hal-hal yang diinginkan dan dibutuhkan oleh pelanggan."

Para pemasar perlu berhenti menggunakan segmen, model dan personal statis yang sebelumnya mereka gunakan untuk memandu kampanye dan mencapai target sebelum pandemi. Pemasar di masa mendatang akan perlu beradaptasi, berevolusi serta melakukan pemasaran dan menyampaikan pesan berdasarkan profil terbaru pelanggan serta passion dan preferensi mereka masing-masing.

Pendekatan adaptif ini mendorong pemasar untuk menghubungkan berbagai sumber data "untuk menciptakan segmen yang lebih fleksibel dan dinamis," kata Amaryllis. Upaya untuk mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisis data ini melampaui kapasitas pemasar sendiri. "Segmentasi pelanggan yang fleksibel dan dinamis serta penargetan sesuai skala" akan membutuhkan kerja sama baru antara pemasar dan pembelajaran mesin. Pemasar modern yang dilengkapi dengan technology stack yang berbasis data dan memberikan empati manusia serta informasi dapat meningkatkan efektivitas kampanye secara signifikan, dengan optimisasi yang berjalan secara otomatis dan real-time seiring dengan perubahan preferensi konsumen.

Manfaat yang diperoleh tidak hanya berkaitan dengan pemasaran agar perusahaan dapat diberdayakan untuk menjalankan strategi pertumbuhan baru dan memberikan proposisi nilai di dunia di mana konsumen mencari pengalaman dan kemudahan. "Peluang yang tersedia adalah untuk memahami pola dan mengidentifikasi masalah-masalah utama," kata Amaryllis. Perusahaan yang memiliki kapabilitas dan proses yang berbasis data dapat mengidentifikasi kesulitan pelanggan dan merespons dengan pendekatan yang mengatasi masalah tersebut akan menjadi pemenang mutlak: mereka dapat mengembangkan produk (dan brand) yang disukai oleh audience, serta menciptakan sumber pendapatan baru.

Pemetaan ulang perjalanan pelanggan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan yang baru

Ini bukanlah proyek yang cukup dilakukan satu kali saja menurut The Digital Imperative for CMOs, laporan baru yang diterbitkan oleh BCG Digital Ventures yang menjelaskan tentang rencana berisi lima poin yang dapat diikuti oleh pemasar untuk "mengamankan bisnis di masa mendatang" dan memastikan relevansi yang berkelanjutan. "Pelacakan dan analisis perjalanan pelanggan yang baru bergabung secara real-time serta adaptasi produk dan strategi komunikasi Anda untuk memenuhi kebutuhan saat ini sangat diperlukan," menurut laporan tersebut. "Hal ini harus dilakukan secara cepat agar dapat diadaptasi secara berulang kali sebagaimana diperlukan." Laporan tersebut menyimpulkan bahwa teknologi personalisasi berbasis data akan membantu brand dan perusahaan untuk melakukan hal ini. Keputusan terkait produk dan strategi pemasaran juga perlu dipahami melalui "kacamata analisis data yang komprehensif."

Dengan memanfaatkan data, perusahaan juga dapat menunjukkan kepemimpinan dan empati pada masa di mana konsumen mengandalkan perusahaan untuk membantu mereka melalui masa sulit. Ini bukan hanya nasihat yang baik — ini adalah bisnis yang menarik menurut laporan baru yang diterbitkan oleh data intelligence firm, Morning Consult. Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 2.200 orang dewasa di Amerika Serikat pada tanggal 28-29 Maret, penelitian tersebut menyatakan bahwa tindakan yang diambil oleh perusahaan saat ini untuk membantu pelanggan nantinya akan mendorong perilaku brand yang positif dan memengaruhi preferensi pembelian konsumen saat kondisi sudah membaik.

"Perusahaan jelas memiliki peluang untuk membantu pelanggan saat kondisi sedang sulit dan, dengan melakukan hal ini, mereka akan membangun landasan yang meningkatkan nilai brand dalam jangka panjang," menurut laporan tersebut. Sebelum perusahaan dapat menunjukkan kepedulian, mereka harus memahami perubahan signifikan yang terjadi terhadap kebutuhan konsumen di masa krisis. Ini membutuhkan "pengakuan atas kondisi sosial, finansial dan realita lain yang terjadi selama pandemi, empati terhadap keprihatinan masyarakat dan pemberian solusi yang praktis." Laporan tersebut juga menyoroti alasan kuat kenapa pemasar sebaiknya "tidak menghentikan kegiatan pemasaran" saat ini, serta justru perlu memastikan bahwa kegiatan pemasaran dan komunikasi mereka sudah mencerminkan realita baru.

Pemasar: Jangan menghentikan kegiatan pemasaran. Ini adalah saat untuk "bertindak".

Kisah perusahaan Anda masih sedang berlangsung untuk semua masalah pelanggan. Pengusaha miliarder, Mark Cuban, bahkan telah mengatakan bahwa keputusan perusahaan selama masa krisis akan "menentukan citra brand hingga beberapa dekade mendatang." Pada bulan Maret 2020, dengan memperbarui Trust Barometer, firma komunikasi global, Edelman, menemukan bahwa tindakan memang berfungsi sebagai 'dasi yang mengikat' masyarakat dengan perusahaan yang mereka cintai. Sebanyak 71% konsumen dari 12 negara sepakat bahwa jika "mereka merasa bahwa brand mementingkan laba di atas pelanggan, mereka akan merasa kehilangan kepercayaan terhadap brand tersebut selamanya."

Pengurangan belanja iklan untuk menambah kas juga tidak dapat menjadi pilihan. Laporan baru yang diterbitkan oleh data intelligence firm, Morning Consult, highlights good reasons why marketers should "not disengage" from the moment, but rather ensure that their marketing and communications reflect the new reality. "Perusahaan jelas memiliki peluang untuk membantu pelanggan saat kondisi sedang sulit dan, dengan melakukan hal ini, mereka akan membangun landasan yang meningkatkan nilai brand dalam jangka panjang," menurut laporan tersebut. Audience mengharapkan agar perusahaan "mengakui kondisi sosial, finansial dan realita lain yang terjadi selama pandemi, empati terhadap keprihatinan masyarakat dan pemberian solusi yang praktis." Mereka juga menginginkan agar perusahaan mengambil peran kepemimpinan dan membantu mereka untuk melalui masa sulit.

Peristiwa global dan keinginan bersama untuk mendapatkan pesan yang autentik dan membantu memberikan tekanan bagi pemasar untuk menunjukkan empati dan memberikan panduan, menurut Kantar, perusahaan konsultasi berbasis bukti. Brand tidak lagi memiliki pilihan untuk mengabaikan kondisi ini, menurut J. Walker Smith, Chief Knowledge Officer - Kantar. Beliau mengatakan bahwa ini adalah "saatnya untuk bertindak" dan mendesak agar perusahaan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memimpin dan memberikan kontribusi terhadap kepentingan umum dan masyarakat secara lebih luas.

Hal ini tidak hanya bermanfaat bagi brand; tetapi juga akan menguntungkan bisnis.

Statistik (dan sejarah) telah membuktikan hal ini. Contoh kasus: penelitian yang dilakukan oleh McGraw-Hill mengkaji 600 perusahaan pada tahun 1980 -1985 dan menemukan bahwa perusahaan yang secara konsisten melakukan kegiatan periklanan, saat resesi sekalipun, memiliki kinerja yang lebih baik dalam jangka panjang. Perusahaan yang mempertahankan atau meningkatkan belanja iklan pada masa resesi (tahun 1981 dan 1982) berhasil memperoleh penjualan 256% lebih tinggi daripada perusahaan yang menghentikan kegiatan periklanan.

Pesan utama: biaya yang ditimbulkan dari "menghentikan kegiatan periklanan" bisa sangat tinggi.

Tetapi pemasar juga perlu beradaptasi terhadap perkembangan yang terjadi dan memasukkan unsur kemanusiaan dalam komunikasi. Ini akan membutuhkan strategi holistik, lebih dari sekadar subjek surel "kami ada untuk Anda" atau penyampaian pesan Pollyanna (yang mungkin lebih bersifat lucu daripada membantu). Walaupun pemasar telah mengumpulkan banyak sekali informasi pelanggan dari perilaku mereka di masa lampau, pemasar di masa mendatang juga harus mempertimbangkan situasi yang dihadapi oleh konsumen saat ini dan harapan mereka untuk mendapatkan layanan terbaik dan, nantinya, membuat pelanggan terus kembali.

Mengarahkan pelanggan ke jalur yang positif

Sayangnya, realita yang kini terjadi memang sangat menantang. Di seluruh dunia, konsumen merasa lelah secara emosional dan tertekan secara finansial. Pandemi ini mengguncang pasar dan kondisi mental, sehingga perusahaan yang melakukan upaya tambahan untuk membantu konsumen merencanakan dan melindungi kesejahteraan finansial mereka akan menonjol.

Ini adalah blueprint yang diikuti oleh Credit Sesame, platform pengelolaan kesehatan finansial konsumen, untuk membantu konsumen yang terkena dampak dari krisis akibat Covid-19. Sebagian besar dari pelanggan Credit Sesame, serta lebih dari setengah warga negara Amerika hidup pas-pasan dan mengalami kesulitan untuk menyeimbangkan antara tagihan yang perlu dibayar dan menabung. Agar dapat melayani basis pelanggan ini, Credit Sesame menyediakan akses bagi konsumen terhadap skor kredit dan informasi yang relevan secara gratis agar dapat mendemokrasikan akses ke kredit dan kesejahteraan finansial.

Saat ini, pembelajaran mesin yang canggih dan AI yang diperlukan untuk membantu pelanggan meningkatkan dan mengelola kredit mereka turut membantu Credit Sesame dalam menciptakan kategori baru di bawah keuangan pribadi. Pada bulan Maret, Credit Sesame menyampaikan tawaran ini melalui Sesame Cash, layanan perbankan digital baru yang mengintegrasikan kas dan kredit. Pada bulan Juni, Credit Sesame mengembangkan hal ini secara lebih lanjut, dengan mengakuisisi STACK untuk memperluas jaringan internasional dan mencapai ambisi yang lebih tinggi dengan menjadi platform perbankan. "Dengan mengintegrasikan solusi-solusi ini, kami secara langsung menghubungkan kegiatan perbankan Anda sehari-hari dan skor kredit Anda untuk menunjukkan keterkaitan antara keduanya," kata Miro Pavletic, mantan CEO and General Manager - STACK, Canadian & International Business - Credit Sesame, kepada Business Insider.

Credit Sesame juga mendorong hubungan pelanggan dengan platform konten yang baru yang memberikan bantuan bagi konsumen pada waktu dan tempat yang paling dibutuhkan. SesameThrive menyediakan "layanan satu pintu bagi seluruh perjalanan finansial konsumen untuk membantu meminimalkan dampak akibat Covid-19 sembari mengarahkan mereka agar dapat mencapai stabilitas dan pemulihan finansial sesegera mungkin," kata Adrian Nazari, Credit Sesame CEO, dalam sebuah pernyataan. "Kami tidak hanya ingin membantu mereka agar dapat bertahan di masa sulit — kami ingin membantu mereka agar sukses setelahnya."

Produk SesameThrive juga menunjukkan bahwa Credit Sesame berpihak pada pelanggan, dengan melakukan berbagai upaya untuk membantu pelanggan mewujudkan kesejahteraan finansial yang lebih baik. Ini bukan sekadar penayangan iklan bagi audience; melainkan berkomunikasi dengan pola pikir yang mengutamakan pelanggan, Adrian menjelaskan dalam sebuah wawancara. "Kombinasi antara nasihat keuangan pribadi dengan konten yang mendukung para anggota kami agar dapat melalui masa sulit ini akan membangun hubungan dan memupuk kepercayaan."

Credit Sesame juga menggunakan keahlian dan kemampuan komputasi mereka untuk menganalisis kondisi keuangan konsumen dan kemampuan mereka untuk melunasi kredit serta membandingkannya dengan skor kredit agar dapat memberikan rekomendasi yang dipersonalisasi bagi basis pelanggan mereka yang mencapai 15 juta orang. Pemasaran melalui semua channel, termasuk surel, membahas tentang hal-hal yang perlu dipertimbangkan oleh anggota dan cara untuk melindungi keuangan mereka. Ini adalah pesan yang membantu dan akan mendorong para anggota untuk meningkatkan kesejahteraan finansial mereka. Credit Sesame melaporkan, "lebih dari setengah pelanggan telah berhasil meningkatkan skor kredit mereka dalam waktu enam bulan, dan satu dari lima pelanggan berhasil menaikkan skor sebesar 50 poin atau lebih."

Belajar dari pola di masa lampau

Pemasaran yang mengutamakan kemanusiaan, rekomendasi yang dipersonalisasi, penyampaian pesan yang relevan: Credit Sesame mengembangkan berbagai kemampuan untuk memperdalam hubungan pelanggan dengan membantu para anggota agar dapat mengelola kas, kredit dan utang mereka dengan baik. Adrian juga memanfaatkan data pelanggan selama satu dekade untuk menyiapkan "bab berikutnya" dalam panduan pemasaran. "Pembelajaran mesin tingkat lanjut dan AI, yang telah membantu jutaan anggota untuk meningkatkan dan mengelola kredit mereka, kini menawarkan panduan yang dipersonalisasi guna membantu pelanggan menyiapkan diri untuk pemulihan finansial," jelas Adrian.

Dalam skenario ini, kombinasi pemasar dan pembelajaran mesin akan meningkatkan kemampuan perusahaan untuk "menunjukkan bahwa mereka memahami kesulitan yang dialami oleh pelanggan dan bahwa mereka dapat membantu pelanggan untuk mencapai target selanjutnya," kata Adrian. Informasi ini juga akan mendukung model-model baru yang diadaptasi dengan realita baru. "Lifetime value model telah terganggu dan tidak akan pernah sama lagi," jelas Adrian. Perusahaan semakin berkembang dengan mengkaji perilaku para pelanggan di masa lampau.

Agar dapat memahami dampak krisis ini terhadap metriks dan pengukuran utama, Credit Sesame menggali data selama dekade terakhir untuk mengidentifikasi pola yang menunjukkan cara pelanggan bereaksi terhadap krisis finansial lainnya. (Credit Sesame didirikan pada tahun 2010, tepat setelah krisis finansial yang terakhir.) "Dengan mengkaji perjalanan pengguna, yang juga terkena dampak dari peristiwa global, kita dapat menjalankan kegiatan pemasaran." Tantangan ke depan adalah untuk menerapkan pembelajaran ini pada skala yang lebih luas.

Menciptakan jalur baru untuk mendapatkan laba

Data dan informasi yang sangat detail akan membantu dalam penyusunan strategi pemasaran untuk melayani konsumen dalam dunia yang terus berubah dengan cepat. Tetapi perusahaan juga dapat memanfaatkan analytics untuk meningkatkan ekosistem bisnis secara keseluruhan, membangun kapabilitas yang menjadi unggul di industri. Marco Iansiti, Professor of Business Administration at Harvard Business School menyebut fenomena ini sebagai "keystone advantage" dan perusahaan yang berhasil memanfaatkannya dapat menyiapkan para mitra dan sumber daya untuk menjadi powerhouse. Salah satu contohnya adalah MercadoLibre, marketplace e-commerce terbesar di Amerika Latin.

MercadoLibre memiliki pangsa pasar Amazon, fleksibilitas pembayaran PayPal dan portofolio kredit Visa. Perusahaan yang didirikan 20 tahun lalu di Buenos Aires memiliki operasional logistik yang luas, layanan pembayaran online dan jaringan dengan lebih dari 12 juta vendor yang memiliki 267 juta listing aktif. "Kami berupaya untuk mendemokrasikan sektor e-commerce dan pembayaran di Amerika Latin," kata Juan Lavista, Director of Marketing and Insights for Latin America - MercadoLibre, dalam sebuah wawancara. "Target kami adalah untuk menyediakan layanan satu pintu."

Perusahaan ini dipuji atas upaya mereka, yang membantu pengembangan sektor e-commerce di kawasan tersebut. Kegiatan belanja secara online dan melalui aplikasi baru mewakili 5% dari total penjualan ritel di kawasan ini. Tetapi angka ini diperkirakan akan meningkat hingga mencapai 25% dalam dekade mendatang , menurut analis Bank HSBC. Pertumbuhan ini didorong oleh konsumen yang baru berbelanja untuk pertama kalinya dan menginginkan keamanan saat browsing dan membeli barang secara online dan melalui aplikasi untuk mengurangi kontak saat melakukan pembayaran. Data dari penyedia informasi pemasaran aplikasi, Apptopia, menunjukkan bahwa di bulan Mei saja jumlah unduhan aplikasi belanja di kawasan ini telah meningkat sebesar 43% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. MercadoLibre "jelas mendominasi," dengan jumlah sesi aplikasi seluler yang melampaui gabungan jumlah sesi aplikasi dari dua kompetitor lainnya untuk periode Juni 2019 - Mei 2020.

Informasi mengenai perjalanan konsumen dan preferensi mereka telah memposisikan MercadoLibre untuk menjadi "salah satu pemenang utama." Tetapi ambisi MercadoLibre bukan untuk menjadi pemain satu-satunya yang sukses. Unit bisnis periklanan MercadoLibresedang menyiapkan platform yang berbasis data — dengan memanfaatkan data pihak pertama mereka — untuk memberikan manfaat bagi ekosistem bisnis yang senantiasa berkembang dan terdiri dari brand, penjual dan agensi media. "Kami berupaya untuk memberikan informasi yang bernilai agar dapat membantu perusahaan-perusahaan di platform kami untuk mengembangkan bisnis, membangun brand dan memuaskan konsumen dengan penawaran mereka."

Mengalihkan fokus untuk memimpin perubahan

Tidak ada panduan yang dapat diikuti pada masa yang tidak dapat diprediksi dan eksperimental. Oleh karena itu, MercadoLibre menuliskan aturan baru. "Kami berfokus untuk mendengarkan suara konsumen dan hal-hal yang diminta oleh brand, agensi media dan penjual," kata Juan. "Dengan berfokus untuk memenuhi kebutuhan bersama dan menggunakan data untuk mengembangkan tools yang tepat dan membuat proses berjalan secara otomatis, kita dapat mendukung bisnis mereka dan memastikan bahwa e-commerce dapat berkembang di kawasan ini."

Juan menjelaskan bahwa pada tingkat tertentu, analisis detail dapat "memastikan bahwa penawaran produk dan penyampaian pesan brand akan sesuai dengan konteks saat ini." Di sisi lain, kolaborasi yang mendalam untuk "memahami audience dan melakukan segmentasi dengan cara yang memungkinkan brand untuk berkomunikasi dengan mereka terkait hal-hal yang paling penting." Di kawasan Amerika Latin, MercadoLibre juga bermitra dengan Kantar, agensi berbasis data dan bukti yang menyediakan informasi dan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti untuk klien di seluruh dunia, agar dapat membantu pembeli untuk "memahami tentang brand lift dan dampak pola pikir pembelian." Selain itu, meta-learning terakhir dari Kantar juga menyebutkan bahwa MercadoLibre Advertising 66% lebih efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan brand tanpa bantuan tambahan, dibandingkan dengan pemain media digital lainnya.

Ke depannya, tujuan kami adalah untuk "mengubah cara kita membahas tentang pemasaran kinerja — ini bukan hanya soal klik, melainkan tentang penjualan," jelas Juan. Di masa mendatang, penggunaan data secara real-time untuk memberikan informasi terkait "segmentasi yang sangat kuat dan ditargetkan" akan relevan bagi konsumen, menghargai privasi mereka dan memperkuat nilai brand. "Masih banyak sekali hal yang belum kita ketahui dan kita baru memiliki sedikit gambaran tentang hal-hal yang dapat dilakukan," Juan menambahkan. Mulai saat ini, akan ada paradigma baru dan realita baru.

Peristiwa yang tidak dapat diperkirakan dalam lingkungan makro telah mendorong perubahan perilaku konsumen dari sebuah generasi dalam waktu beberapa bulan saja. Brand kini bertugas untuk memenuhi ekspektasi pengguna baru, mencocokkan kegiatan pemasaran dengan peristiwa global dan keinginan bersama untuk mendapatkan pesan yang autentik dan memang membantu. Saat kita memasuki babak berikutnya dari pemasaran, hanya satu hal yang sudah pasti: bahwa perubahan akan terus terjadi. Pemasaran di masa mendatang akan sukses apabila mereka dapat menggunakan otomatisasi untuk mengadaptasi, mencari jalan yang menghormati dan relevan dalam berkomunikasi dengan konsumen agar dapat memberikan nilai autentik. Pembelajaran mesin akan menjadi kunci untuk meluncurkan pemasaran era baru, yang lahir dari krisis, tetapi tidak hanya mencakup sifat transaksional agar dapat secara autentik menjadi human-centric.

Jika Anda ingin memberikan umpan balik atau ingin diliput dalam edisi berikutnya, silakan hubungi LTV@adjust.com