Blog Sudah tersedia! Laporan Streaming Seluler Adjust 2021

Sudah tersedia! Laporan Streaming Seluler Adjust 2021

Penggunaan layanan streaming secara mobile atau melalui Connected TV (CTV) semakin populer - bahkan, pertumbuhan platform dan layanan on-demand adalah "disrupsi media yang paling besar dalam setengah abad terakhir," kata Peter Katsingris, Nielsen SVP Audience Insights.

Bagi brand, popularitas streaming seluler dan media Over The Top (OTT) yang meningkat menyediakan peluang iklan yang baru. Untuk membantu pemasar beradaptasi terhadap perubahan besar dalam perilaku pengguna, Adjust telah meluncurkan ebook terbaru - Laporan Streaming Seluler 2021. Melalui riset konsumen yang dilakukan di delapan negara utama, dari AS hingga Tiongkok, kami mengkaji frekuensi streaming seluler, pengguna yang berhenti berlangganan TV kabel dan popularitas CTV yang meningkat, serta memberikan tips dan trik bagi pemasar agar dapat unggul dalam dunia OTT yang memiliki persaingan yang ketat.

Pesan-pesan utama meliputi:

Sebagian besar pengguna melakukan streaming seluler setidaknya sekali sehari

Para pengguna di seluruh dunia dan lintas generasi melakukan streaming seluler secara rutin. Pengguna di Tiongkok paling sering melakukan streaming, 93,75% pengguna melakukan streaming setidaknya sekali seminggu, dibandingkan dengan 69,4% pengguna di AS dan 45,7% pengguna di Inggris. Generasi yang paling familier dengan streaming adalah Gen Z, dengan durasi sesi rata-rata selama 90 menit - tetapi pengguna di kelompok usia lainnya juga melakukan streaming selama paling tidak satu jam per sesi.

Pengguna bersedia mengalokasikan anggaran yang signifikan untuk streaming

Anggaran rumah tangga yang dialokasikan untuk layanan streaming tergolong signifikan - pengguna yang berhenti berlangganan TV kabel dan kemudian berlangganan layanan streaming semakin bertambah. Negara dengan pengeluaran terbesar adalah Korea (USD $42,68 per bulan), diikuti oleh pengguna AS ($33,58 per bulan). Kelompok usia dengan pengeluaran terbesar untuk layanan streaming adalah kaum Milenial dan Gen Z, tetapi kelompok berusia 55 tahun ke atas semakin bersedia membayar untuk layanan seperti ini. Riset yang dilakukan oleh The Trade Desk juga menunjukkan bahwa sekitar 27% rumah tangga di AS berencana untuk berhenti berlangganan layanan pay-TV di tahun 2021 - dua kali lipat dari tahun 2020.

CTV mengubah dunia pertelevisian

Laporan ini juga menemukan bahwa second-screening semakin populer di seluruh dunia dengan meningkatnya popularitas Connected TV (CTV). Secara rata-rata, lebih dari tiga perempat (76%) responden menggunakan telepon seluler sembari menonton TV.

Tren dual screening berpotensi untuk menciptakan pengalaman brand yang baru dan interaktif untuk dua perangkat, dan pengiklan dapat memanfaatkan hal ini dengan menempatkan call-to-action dalam iklan TV, seperti mengunduh aplikasi seluler melalui QR code.

Laporan ini menunjukkan bahwa OTT bukan hanya variasi baru dari model TV; OTT membutuhkan pola pikir baru — dan data baru — untuk memanfaatkan peluang dan mengukur hasil. Dengan informasi tentang cara dan waktu pengguna melakukan streaming, serta channel yang paling bernilai dan memberikan dampak pemasaran paling signifikan, potensi untuk mengembangkan basis pengguna yang besar dengan nilai umur (LTV) yang tinggi tergolong signifikan.

Unduh laporan sekarang untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.