Blog Praktik-praktik pemasaran media sosial melalui influencer untuk aplikasi fashion, gaya hidup dan game seluler

Praktik-praktik pemasaran media sosial melalui influencer untuk aplikasi fashion, gaya hidup dan game seluler

Pemasaran melalui influencer adalah metode unggulan untuk berinteraksi dengan audience sasaran, dan bagi berbagai skala perusahaan, influencer dapat membantu mencapai target terkait akuisisi pengguna, popularitas dan reputasi brand. Pemasar juga menyadari bahwa ini merupakan metode pemasaran yang potensial, 65 persen anggaran pemasaran melalui influencer semakin meningkat tahun ini dan 17 persen perusahaan mengalokasikan lebih dari setengah anggaran pemasaran untuk influencer. Dalam panduan ini, kami akan membagikan praktik-praktik terbaik pemasaran melalui influencer di media sosial untuk aplikasi ecommerce, game seluler dan gaya hidup.

Apa yang dimaksud dengan pemasaran melalui influencer?

Pemasaran melalui influencer adalah kolaborasi dengan individu yang dikenal di internet, dengan tujuan untuk memanfaatkan pengaruh mereka dalam mencapai target pemasaran. Cara perusahaan bekerja sama dengan influencer akan ditentukan berdasarkan target kampanye, audience sasaran dan jumlah followers dari influencer tersebut.

Siapapun yang memiliki followers dalam jumlah besar dapat menjadi influencer di media sosial, followers tersebut seringkali diperoleh dari keahlian dan persona online. Akan tetapi, pemasaran melalui influencer bukan hanya tentang followers: Anda juga perlu mempertimbangkan statistik engagement saat memilih influencer yang patut dialokasikan anggaran iklan.

Tiga pertanyaan penting yang perlu diajukan saat mengalokasikan anggaran pemasaran melalui influencer:

1. Siapa audience sasaran Anda?

Ini adalah langkah penting guna mendapatkan informasi yang memadai untuk semua aspek dalam strategi pemasaran melalui influencer. Audience sasaran akan menentukan influencer yang relevan bagi kampanye Anda dan channel media sosial yang paling tepat. Misalnya, perusahaan B2B mungkin ingin bekerja sama dengan para thought leaders di Linkedin untuk menargetkan kaum profesional di industri, sementara game seluler akan menargetkan audience lebih muda yang mungkin akan lebih menyukai influencer yang menggunakan YouTube dan Twitch.

2. Kawasan apa yang ingin ditargetkan?

Ini akan menentukan influencer yang dipilih dan jumlah anggaran yang akan dialokasikan.

3. Bagaimana Anda dapat mencari dan berkomunikasi dengan influencer?

Setelah pemasar mengidentifikasi audience sasaran dan tujuan utama dari kampanye, langkah berikutnya adalah menyiapkan shortlist berisi nama influencer yang paling sesuai dengan tujuan pemasaran. Untuk melengkapi pengetahuan tim tentang industri dan riset pasar lanjutan, tool online seperti Hootsuite dan Buzzsumo juga dapat membantu Anda menemukan influencer di media sosial.

Bagaimana pemasaran melalui influencer dapat mendorong pertumbuhan?

Pemasaran melalui influencer dapat mendorong konversi dan meningkatkan reputasi brand karena pengguna biasanya responsif terhadap konten autentik dan transparan. Melalui kerja sama dengan influencer, Anda dapat berhubungan dengan audience mereka melalui suara tepercaya. Bahkan, CEO Broadsuite Media Group, Daniel Newman, meyakini bahwa “Influencer dapat menjadi peluang emas bagi pemasaran, karena masyarakat tidak lagi mempercayai iklan, tetapi mereka mempercayai tokoh”. Penelitian yang dilakukan oleh Tomoson, perusahaan software yang berfokus pada penjangkauan influencer dan micro-influencer, mendukung pernyataan ini. Penelitian yang dilakukan oleh perusahaan menunjukkan bahwa brand memperoleh $6,50 untuk setiap $1 yang dialokasikan untuk influencer dan brand dengan kinerja 13 persen teratas bahkan berhasil memperoleh minimal $20.

Ciri khas pemasaran B2B melalui influencer

Saat menggunakan pemasaran melalui influencer untuk mempromosikan aplikasi, Anda harus menyadari bahwa kampanye mungkin akan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dengan perusahaan B2C. Hal ini dikarenakan keputusan pembelian mungkin akan lebih memakan waktu dan membutuhkan keterlibatan yang lebih tinggi, dengan biaya yang lebih tinggi. Lain halnya dengan transaksi B2C, investasi B2B biasanya membutuhkan persetujuan pembelian dari lebih dari satu pemangku kepentingan.

Pemasar B2B juga perlu mempertimbangkan konflik kepentingan yang mungkin akan timbul saat bekerja sama dengan influencer. Informasi tentang perusahaan-perusahaan yang pernah bekerja sama dengan influencer tersebut di masa lampau dan ada atau tidaknya kewajiban profesional yang membuat mereka tidak dapat menerima pembayaran dari perusahaan Anda perlu dipastikan.

Praktik-praktik terbaik bagi pemasaran melalui influencer di media sosial

1. Mendorong influencer agar kreatif

Walaupun pemasar seringkali ingin memberikan masukan kepada konten influencer, pengaturan berlebih dapat mengurangi keautentikan kampanye. Influencer telah membangun komunitas yang besar dan aktif karena dapat memanfaatkan platform mereka dengan baik dan memiliki wibawa atau keahlian. Saat bekerja sama dengan influencer, pastikan bahwa Anda menggunakan talenta mereka dengan semaksimal mungkin dengan memberikan kesempatan untuk menyalurkan kreativitas dan – yang lebih penting – menjadi diri sendiri. Dengan mempertimbangkan hal ini, hal positif yang perlu diidentifikasi saat berkomunikasi dengan influencer adalah ketertarikan mereka terhadap produk Anda. Salah satu tanda positif adalah saat influencer meluangkan waktu untuk memahami detail produk agar mereka dapat menciptakan konten yang efektif di channel media sosial.

2. Konsisten dengan pendekatan dan nilai pemasaran

Salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan saat memilih influencer adalah jumlah followers, tetapi Anda perlu mencari influencer dengan konten yang selaras dengan nilai-nilai perusahaan Anda. Cara cerdas untuk menetapkan ekspektasi adalah melihat channel media sosial influencer dan mengevaluasi contoh konten sponsor yang pernah mereka buat serta mengamati respons followers atas konten tersebut.

3. Menguji dan mengoptimalkan strategi pemasaran influencer

Sama halnya dengan strategi pemasaran lainnya, hasil dari pemasaran melalui influencer perlu diukur. Ini akan membantu Anda dalam mempelajari cara-cara terbaik untuk menarik pengguna baru, jenis konten yang memberikan dampak positif terhadap image brand dan cara pemasaran melalui influencer meningkatkan popularitas brand.

Pemasaran melalui influencer per kategori aplikasi

Pemasar dapat bekerja sama dengan influencer melalui berbagai cara sesuai dengan kebutuhan aplikasi mereka. Kami menyediakan informasi detail untuk setiap kategori aplikasi, yakni bagaimana aplikasi ecommerce, game seluler dan gaya hidup dapat memanfaatkan pemasaran melalui influencer.

Pemasaran melalui influencer untuk aplikasi fashion dan ecommerce

Penempatan produk: Pemasar dapat membayar influencer untuk memakai dan menampilkan produk sebagai iklan berbayar pada channel media sosial mereka. Sebagai contoh, influencer fashion Chiara Ferragni – yang memiliki lebih dari 22 juta followers di Instagram – melakukan penempatan produk untuk jaket MooRER. Dalam skenario ini, hal yang penting - dan menjadi kewajiban hukum - untuk dilakukan oleh influencer adalah transparan saat post mereka disponsori dengan skema seperti ini.

Anda juga dapat bekerja sama dengan influencer untuk menyelenggarakan lomba. Ini adalah jenis penempatan produk yang mengarahkan pengguna ke call to action yang menguntungkan brand Anda. Misalnya, pengguna yang mengikuti account perusahaan Anda, menginstalasi aplikasi Anda atau mendaftarkan diri untuk menerima newsletter dapat mengikuti lomba untuk memenangkan beberapa produk Anda.

Produk gratis dan review: Brand juga dapat mengirimkan produk dan gift card kepada influencer, dengan harapan bahwa produk tersebut akan ditampilkan pada channel media sosial influencer tersebut. Ini merupakan metode pemasaran efektif biaya yang dapat memberikan eksposur autentik bagi brand Anda. Akan tetapi, pemasar tidak dapat mengendalikan konten yang dibagikan.

Konten kolaborasi: Jika Anda memiliki situs web dan blog ecommerce, Anda dapat bekerja sama dengan influencer untuk membuat konten ekslusif seperti look book, artikel, dan video. Brand dan influencer dapat membagikan konten ini di media sosial. Saat bernegosiasi dengan influencer, mohon diingat bahwa konten kolaborasi dapat menguntungkan kedua belah pihak: followers dari influencer tersebut akan diarahkan ke aplikasi Anda dan audience Anda juga akan melihat influencer tersebut di berbagai channel. Misalnya,brand fashion ASOS bekerja sama dengan Leigh-Anne Pinnock, Co-founder brand bikini dan pakaian renang eksklusif In'A'SeaShell, dengan mengunggah wawancara dan Instagram Tanya Jawab Live.

Selain menjadi co-founder dari brand tersebut, Pinnock juga menjadi anggota dari band pop Inggris, Little Mix, dan memiliki 6,2 juta follower di Instagram. Tanya Jawab Live di Instagram, yang diadakan melalui akun ASOS, diadakan untuk mempertemukan Pinnock dengan para fans yang dapat mengajukan pertanyaan secara langsung.

Pemasaran melalui influencer untuk aplikasi gaya hidup

Aplikasi gaya hidup mencakup berbagai topik seperti fitness dan kesehatan, kencan, musik, makanan dan travel. Terlepas dari pasar niche aplikasi gaya hidup, pemasar pasti dapat menemukan influencer yang tepat dengan followers banyak yang dapat diajak berkolaborasi untuk mempromosikan brand. Berikut adalah lima cara yang dapat digunakan untuk bekerja sama dengan influencer dalam mempromosikan aplikasi gaya hidup.

Mengambil alih media sosial: Anda perlu memberikan kendali atas channel media sosial perusahaan kepada influencer tersebut selama periode yang ditetapkan. Misalnya, aplikasi makanan & minuman mungkin dapat memberikan akun Instagram kepada influencer chef selama satu hari. Influencer tersebut dapat membuat Instagram Story yang menjelaskan langkah demi langkah proses pembuatan sebuah resep. Pengambilalihan dapat menjadi cara yang baik untuk mendapatkan konten yang orisinal dan mendorong fans influencer untuk menjadi followers akun perusahaan Anda. Prinsip yang serupa juga dapat diterapkan untuk situs web dan blog. Guest post dapat dibagikan melalui channel media sosial milik influencer.

Kode diskon: Aplikasi gaya hidup dapat meningkatkan jumlah instalasi dengan melalui pemberian kode diskon dan penawaran promosi. Misalnya, aplikasi pengiriman resep HelloFresh memberikan followers Rauljvallejo’s potongan sebesar $90 untuk lima pesanan dengan menggunakan kode khusus.

Pemasaran melalui influencer untuk aplikasi game

Sponsored stream: Live stream menjadi komponen penting dari budaya game yang dapat dimanfaatkan oleh pemasar untuk mendapatkan eksposur dan mendorong instalasi. Pemasar dapat membayar influencer untuk melakukan live stream saat bermain game. Ini merupakan cara yang efektif untuk membagikan pengalaman bermain game kepada audience dari influencer tersebut.

Sponsored live stream juga dapat menjadi titik awal yang baik untuk mencari influencer yang dapat menjadi brand ambassador yang tepat. Ini merupakan metode pemasaran jangka panjang yang akan membantu Anda menarik hati para fans dari influencer tersebut.

Penawaran Gratis: Sama halnya dengan aplikasi fashion, aplikasi game seluler juga dapat memberikan penawaran sebagai imbalan atas eksposur. Untuk aplikasi game, penawaran ini dapat berupa paket berlangganan gratis atau in-game currency, yang akan memastikan bahwa influencer tersebut mendapatkan pengalaman pengguna terbaik saat memainkan game Anda.

Acara gamer: Pemasar dapat merekrut influencer untuk turut serta dalam acara dan turnamen online untuk mempromosikan aplikasi. Sebagai contoh, streamer YouTube dan Twitch, Cupquake, turut menghadiri acara khusus untuk mempromosikan Disney Emoji Blitz, sebuah game seluler yang dibuat oleh Jam City, Inc. Kampanye ini juga memberikan kesempatan kepada pengguna untuk memenangkan karakter dalam game.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, silakan lihat panduan kami tentang peluncuran aplikasi baru. Anda mungkin juga akan tertarik untuk membaca artikel kami tentang pemasaran media sosial untuk aplikasi fashion.