Blog Pemasaran melalui media sosial bagi brand fashion: Semua hal yang perlu Anda ketahui

Pemasaran melalui media sosial bagi brand fashion: Semua hal yang perlu Anda ketahui

Media sosial kini menjadi alat pemasaran penting bagi aplikasi fashion: pasar fashion online global diperkirakan akan meningkat hingga mencapai $872 miliar pada tahun 2023 dan 74 persen konsumen akan mengandalkan jaringan sosial untuk membantu mereka membuat keputusan dalam melakukan pembelian. Fokus industri fashion pada gaya hidup, estetika dan budaya memberikan banyak peluang bagi pemasar untuk memanfaatkan media sosial guna mendorong pertumbuhan, meningkatkan loyalitas brand dan meningkatkan traffic ke aplikasi seluler mereka. Selain itu, berbagai brand fashion terkemuka sudah membuktikan kekuatan pemasaran melalui media sosial lintas channel. Misalnya, retailer online ASOS memiliki lebih dari 10 juta followers di Instagram, 6.7 juta followers di Facebook dan 1 juta followers di Twitter. Artikel ini membahas tentang semua hal yang perlu Anda ketahui mengenai pemasaran melalui media sosial untuk aplikasi fashion seluler.

Kenapa media sosial penting bagi pemasaran aplikasi fashion?

Pemasaran melalui media sosial kini menjadi standar industri untuk brand fashion. Anda perlu memanfaatkan media online dan memastikan bahwa Anda tidak tertinggal dari para kompetitor. Implementasi strategi media sosial yang komprehensif bagi aplikasi fashion Anda akan memberikan banyak manfaat. Antara lain:

  • Meningkatkan popularitas brand: Walaupun Anda tidak menggunakan media sosial untuk menjual produk secara langsung, aktivitas di platform akan meningkatkan popularitas brand dan loyalitas.
  • Berinteraksi dengan audience: Informasi terbaru tentang tren-tren terbaru dan pemikiran-kepemimpinan terkait fashion akan membantu mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengan audience Anda dan followers yang loyal. Informasi bisnis terbaru dari Facebook juga menyoroti pentingnya nilai brand Anda, karena "para konsumen kini mengharapkan personalisasi: 43 persen dari pembeli produk fashion berusia 18–34 tahun mengatakan bahwa mereka lebih memilih brand yang menjunjung prinsip moral dan nilai yang sama dengan mereka."
  • Layanan pelanggan yang luar biasa: Jika pengguna Anda sudah aktif di media sosial, mereka mungkin akan memilih untuk menghubungi layanan pelanggan di platform pilihan mereka. Kesempatan bagi pengguna untuk berkomunikasi dengan tim Anda dengan cara yang mereka pilih akan menjadi layanan luar biasa bagi para pelanggan, meningkatkan image brand Anda dan memberikan umpan balik positif.
  • Menjalankan kampanye iklan: Media sosial dapat digunakan untuk pemasaran berbayar dan aktivitas yang signifikan di platform tersebut akan membantu Anda mencapai tujuan perusahaan. Anda juga dapat memberikan diskon bagi para followers dan penawaran eksklusif untuk pengguna di setiap platform media sosial.
  • Meningkatkan traffic aplikasi seluler Anda: Media sosial menyediakan banyak kesempatan untuk meningkatkan traffic ke situs web dan aplikasi seluler Anda. Selain meningkatkan traffic ke halaman produk, Anda juga dapat menarik audience yang lebih luas agar melihat blog resmi, look book dan landing page untuk mendapatkan penawaran dan diskon khusus. Promosi aplikasi seluler di media sosial juga dapat menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan jumlah instalasi.

Sebagian besar dari faktor-faktor ini terkait dengan pengaruh media sosial terhadap perilaku kita. Steff Yotka, Fashion News & Emerging Platforms Editor - Vogue, merangkum pertumbuhan luar biasa media sosial dalam artikel yang berjudul “How Social Media Transformed Fashion in the 2010s.” Steff menjelaskan bahwa “Jika pengaruh media sosial tampaknya tidak berwujud atau spekulatif, seperti gelembung yang dapat meletus kapan saja, renungkan statistik ini: lebih dari satu miliar orang menggunakan YouTube, WeChat, Facebook, Instagram, dan Reddit setiap bulannya. Ratusan juta orang melakukan login ke Snapchat, Twitter, dan Weibo setiap bulannya. 13 juta pengguna bulanan berkunjung ke Depop; secara total mereka mengirimkan 85 juta pesan dan follows setiap bulannya."

Sebagai perbandingan, beliau juga menjelaskan bahwa untuk menjadi Presiden Amerika Serikat "Anda perlu dipilih oleh 60 - 65 juta orang".

Pemasaran melalui influencer media sosial

Selain mengelola account media sosial Anda, pemasaran melalui influencer juga perlu menjadi bagian penting dari strategi umum Anda. Anggaran untuk pemasaran melalui influencer meningkat dari tahun ke tahun dan 17 persen perusahaan berencana untuk membelanjakan lebih dari setengah anggaran mereka untuk metode pemasaran ini. Anda dapat menggunakan beberapa cara untuk bekerja sama dengan influencer agar dapat meningkatkan penjualan dan popularitas brand.

Penempatan produk Kesepakatan berbayar untuk mempromosikan produk Anda di account media sosial seorang influencer - misalnya, dengan membagikan konten di Instagram, Snap atau TikTok. Standar iklan perlu dipenuhi saat mengalokasikan anggaran untuk penempatan produk, seperti memasukkan teks dalam deskripsi yang menunjukkan bahwa ini merupakan iklan berbayar.

Hadiah: Brand fashion dapat memberikan hadiah kepada para influencer, yang kemudian dapat memilih untuk membagikan konten atau memberikan review. Ini dapat menjadi metode pemasaran melalui influencer yang efektif bagi brand yang merasa yakin bahwa produk tertentu akan banyak diminati dan mendapatkan rating yang tinggi.

Kolaborasi: Bekerja samalah secara erat dengan influencer untuk menciptakan look book, blog post dan konten lainnya yang sudah dikurasi di situs web, di dalam aplikasi dan lintas channel media sosial Anda. Jenis konten seperti ini seringkali dapat dipromosikan di account Anda dan account influencer (cross-promotion). Jenis kolaborasi lain adalah memberikan kode diskon kepada influencer yang kemudian dapat mereka bagikan kepada audience mereka. Anda kemudian dapat menggunakan kode diskon ini untuk mengidentifikasi penjualan yang diperoleh dari metode pemasaran ini.

Kampanye media sosial aplikasi fashion per platform

Langkah penting dalam mengembangkan strategi umum adalah mengidentifikasi channel media sosial yang patut diperhatikan. Ini akan ditentukan oleh sifat dan audience yang ditargetkan oleh aplikasi fashion Anda. Akan tetapi, kami selalu merekomendasikan agar Anda menggunakan beberapa channel untuk melakukan penyesuaian dengan preferensi pengguna. Setiap channel juga akan menawarkan berbagai fitur dan menyediakan cara-cara baru untuk mencapai tujuan Anda. Berikut adalah informasi detail tentang platform paling populer dan bagaimana Anda dapat memanfaatkannya dalam mengembangkan strategi media sosial.

Facebook

Facebook adalah platform media sosial yang paling banyak digunakan di seluruh dunia dengan 2,45 miliar pengguna aktif bulanan. Selain post Facebook secara rutin, para pemasar aplikasi fashion juga dapat menggunakan platform tersebut untuk live broadcast. Misalnya, ASOS live dengan ‘100 layers of ASOS,’ kompetisi singkat antar staf ASOS yang diberi waktu 30 menit untuk memilih busana bagi para model – dengan 100 lapisan baju ASOS untuk efek dramatis.

Instagram

Instagram memiliki audience global yang aktif dengan 500 juta pengguna aktif harian, yang secara bersama-sama menggunakan tombol “Like” sebanyak 4,2 miliar kali setiap harinya. Penjual ecommerce juga dapat memanfaatkan fitur belanja Instagram, sehingga pengguna dapat membeli barang tanpa harus keluar dari aplikasi tersebut. Instagram menawarkan berbagai cara untuk berhubungan dengan audience Anda, antara lain melalui Posts, Reels, Stories, Highlights dan IGTV. Instagram identik dengan influencer fashion di media sosial dan 69 persen pemasar berencana untuk mengalokasikan anggaran yang lebih besar bagi influencer Instagram dibandingkan dengan pasar lainnya di tahun ini.

TikTok

TikTok, yang dapat digunakan oleh pengguna untuk membagikan video berdurasi 15 detik dengan latar belakang soundtrack musik, memiliki lebih dari 800 juta pengguna aktif setiap bulannya. Aplikasi ini masih berada pada tahap awal monetisasi, tetapi brand dapat menggunakan hashtag challenge dan konten yang dibuat oleh pengguna untuk meningkatkan popularitas dan menjadi viral. Menurut Vogue, “Brand fashion dan kecantikan berhasil memperoleh miliaran views dengan mensponsori hashtag challenge yang mendorong pengguna untuk mengirimkan video.” Artikel yang sama juga mencatat bahwa studi independen mengenai popularitas brand menunjukkan bahwa video TikTok membuat audience lebih mudah mengingat brand tersebut."

Brand fashion dan aplikasi seluler yang berhasil meraih kesuksesan melalui TikTok antara lain PrettyLittleThing (1,2 juta followers), Fashion Nova (1,9 juta followers) dan Selfridges (106,3 ribu followers). Audience mereka semakin bertambah berkat giveaway, outfit challenge, look books dan pemasaran melalui influencer.

Pinterest

Basis pengguna aktif Pinterest meningkat sebesar 26 persen menjadi 335 juta pengguna tahun lalu, dan 88 juta pengguna aktif bulanan di AS.

Banyak pengguna memakai Pinterest sebagai discovery platform untuk menemukan dan menyempurnakan style mereka: 53 persen pengguna mengatakan bahwa Pinterest membantu mereka membuat keputusan pembelian terkait fashion. Studi yang sama menunjukkan bahwa multi-product Pin memiliki rasio klik tayang 65 persen lebih tinggi dan tingkat pembelian 50 persen lebih tinggi.

Pinterest mendorong para pemasar aplikasi fashion untuk menggunakan platform ini dengan membagikan ide tentang cara memanfaatkan pengguna aktif mereka. Menurut blog Pinterest, “Creative strategies for style and fashion marketing,” Anda sebaiknya:

  • Menyediakan berbagi pilihan bagi pengguna untuk meningkatkan ketertarikan
  • Tidak membuat gambar yang terlalu ramai
  • Menempatkan call-to-action dalam deskripsi

Twitter

Twitter memiliki 330 juta pengguna aktif bulanan yang membuat 500 juta tweet per hari. Platform media sosial yang terkenal membatasi tweet pengguna sebanyak 280 karakter ini juga dapat digunakan untuk mempromosikan brand fashion. Fashionista.com (2,1 juta followers), Zara (1,3 juta followers) dan Missguided (466 ribu followers) telah berhasil menarik audience yang besar dengan memanfaatkan potensi Twitter untuk viral. Misalnya, Fashionista.com menangkap semangat zaman (zeitgeist) dengan membahas salah satu serial terbaru (dan yang berfokus pada fashion) di Netflix, yakni Emily in Paris. Brand fashion ini membuat artikel yang membagikan hadiah bagi para fans serial tersebut.

Snapchat

Snapchat melaporkan bahwa mereka memiliki 238 juta pengguna aktif harian di Q2 2020. Tahun ini, Ralph Lauren berkolaborasi dengan Snapchat untuk menciptakan pengalaman virtual reality bagi para pengguna mereka. Para pengguna Snapchat dapat mendandani avatar mereka dengan produk Ralph Lauren – yang juga dapat dibeli. Dalam sebuah pernyataan mengenai kolaborasi ini, Alice Delahunt, Chief Digital Officer Ralph Lauren, mengatakan bahwa “Reputasi Ralph Lauren yang dihormati sebagai pemimpin global dalam luxury fashion disertai dengan kreativitas Snapchat yang sudah terbukti dan jangkauan luas mereka ke konsumen berusia muda membuat kami merasa terinspirasi untuk mengeksplorasi berbagai cara untuk menyampaikan cerita kami, meningkatkan social commerce dan melibatkan generasi muda dengan cara yang autentik dan memberdayakan."

Brand fashion lainnya memanfaatkan fitur Discover di Snapchat dengan cara-cara yang kreatif. Misalnya, Style Insider mengunjungi pabrik Sperrys untuk melihat proses produksi sepatu. Style Insider kemudian membuat ilustrasi langkah demi langkah tentang proses ini, yang dapat dilihat oleh para followers dan dapat ditemukan melalui fitur Discovery di Snapchat.

Pemasaran media sosial untuk brand fashion: Empat praktik terbaik

Terlepas dari channel media sosial yang dipilih dalam strategi umum, praktik-praktik terbaik berikut akan membantu Anda untuk memaksimalkan konten harian.

1. Integrasi media sosial

Selain meningkatkan traffic ke aplikasi seluler, Anda sebaiknya juga mengintegrasikan media sosial ke dalam aplikasi Anda. Cara ini akan mendorong pengguna untuk membagikan konten dalam aplikasi mereka lintas channel media sosial. Misalnya, jika para pengguna dapat menggunakan aplikasi fashion Anda untuk membuat look book, mereka perlu dengan mudah membagikannya dengan teman dan followers.

2. Frekuensi post

Post yang terlampau banyak dapat membuat pengguna merasa frustrasi dan memilih untuk unfollow, sementara aktivitas yang terlalu jarang juga akan menyulitkan Anda dalam memaksimalkan potensi brand Anda di media sosial. Kami menyarankan agar Anda membuat jadwal posting yang merencanakan dan memantau frekuensi output media sosial. Dengan cara ini, Anda dapat menjaga konten agar konsisten dan menganalisis frekuensi terbaik untuk mendapatkan followers dan interaksi.

3. Variasi sangat penting

Strategi konten campuran seringkali memiliki kinerja terbaik lintas media sosial brand tersebut. Cara ini juga mencegah agar account Anda tampak tidak personal dan tidak interaktif. Untuk mendapatkan hasil terbaik, manfaatkanlah blog post, look book, konten ringan yang dapat dibagikan, konten yang dibuat oleh pengguna dan penawaran eksklusif. Strategi campuran Anda sebaiknya juga mencakup berbagai jenis format, yang memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia di setiap channel media sosial.

4. Berinteraksi dengan pengguna

Kembangkan sebuah platform yang dapat Anda dan tim Anda gunakan untuk berinteraksi secara terbuka dan langsung dengan para pengguna. Banyak brand berhasil meraih kesuksesan di media sosial dengan memberikan akses kepada tim pemasaran mereka untuk berinteraksi dengan para pengguna di bagian comments, direct message dan fitur spesifik platform untuk berkomunikasi seperti tweet.

Untuk mendapatkan informasi tentang iklan berbayar di media sosial, silakan baca artikel kami tentang strategi iklan aplikasi di TikTok, Twitter dan Google UAC. Anda mungkin juga akan tertarik untuk membaca tentang bagaimana aplikasi seluler membentuk masa depan industri fashion.

Ingin mendapatkan berita terbaru dari Adjust?